Welcome to My World

Selasa, 21 Agustus 2012

Fanfiction - You are the One [Part 2 - End]


Title : You are the One
Author : Siti Fajriani (Shin Hyemi)
Genre : Romance
Cast : Lee Donghae, Park Hana, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Park Yoora

Happy reading....

*****

Part 2
Park Hana’s side :
Hari ini, 03 Agustus 2011, 06:50 pm

Huh...
Menyebalkan, kenapa aku harus kembali lagi ke Seoul yang penuh dengan kenangan menyedihkan untukku...

Setelah aku sudah cukup bahagia di Jerman...
Di tambah lagi aku harus pulang karena pernikahan dongsaengku, Yoora-ah. Aishh... kenapa jadi dia duluan yang menikah bukan aku yang Eonninya. Dia melangkahiku... dongsaeng yang tidak sopan...
 Dan kenapa mempelai prianya harus Donghae-oppa? Dia akan menjadi adik iparku nantinya... benar-benar tidak bisa di bayangkan kalau dia memanggilku dengan sebutan ‘kakak ipar’.
Walaupun aku masih kesal, tapi aku sudah ikhlas dengan pernikahan mereka. Yang terpenting adalah melihat mereka bahagia. dan yang membuat aku kesal itu, kenapa Appa dan Eomma sepakat untuk menjodohkanku. Apa mereka pikir aku tidak bisa mencari calonku sendiri. Aku bisa, hanya saja butuh waktu untuk menemukan yang cocok untukku. Aku tidak ingin salah pilih saja.
Namja mana lagi itu? Apa anak rekan bisnis Appa?
Aishh... aku sudah benar-benar terlihat seperti yeoja yang tidak laku...
Dan sampai sekarang aku masih harus terjebak di pesawat yang tadi penerbangannya di cancel karena cuaca yang tidak bagus. Aku sudah sangat terlambat datang kepernikan dongsaengku itu. Dia pasti akan sangat marah padaku. Sementara Eomma sudah pergi lebih dulu.
Semenjak aku kembali ke Jerman, hubunganku dengan Dongsaengku itu sudah mulai membaik. Kami sudah sering saling berhubungan melalui facebook, twitter, atau saling chating. Itu lebih baik dari pada kami harus terus seperti orang yang bermusuhan.
Aku juga sudah merestui hubungan Appa dan Eomma tiriku. Setelah mendengar cerita Eomma yang mengatakan terkadang ada hal yang begitu rumit dalam keluarga yang memang sudah tidak bisa di perbaiki atau disatukan lagi karena perbedaan pendapat, yang menyebabkan mereka harus berpisah.
Aishh, kenapa dongsaengku itu cepat sekali menikah padahal dia masih muda aku saja yang sudah berumur 24 tahun saja masih merasa sangat muda. Apa lagi dia yang baru 22 tahun. Apa Donghae-oppa benar-benar mencintainya sampai dia langsung mengajak dongsaengku itu menikah.
Aku menunggu dengan malas...
Semoga saja aku tidak terlalu terlambat, datang...
Babo! Sudah jelaskan aku sudah terlambat. Acaranya saja pagi, paling aku hanya bisa menghadiri pesta nanti malam. Memang aku juga sih yang salah karena datangnya tidak dari kemaren. Tapi itu juga karena mereka mengatakannya mendadak kepadaku. Membuatku jadi repot karena harus membatalkan jadwalku ke acara launching butik yang baru aku buat dengan Eomma sebagai desainernya.
Woah... lebih baik aku istirahat saja. Sebelum nanti akan sibuk...

                                                                                                *****

Park Yoora’s side :
 03 Agustus 2011, 08:25 pm

Aish...
Kenapa dia lama sekali datang...
 Apa dia tidak akan datang keacara pesta malam ini...
Eonni yang jahat, sudah tidak datang keacara intinya tadi pagi dan sekarang dia juga ingin melewatkan pesta resepsnyai. Aku benar-benar akan marah padanya kalau nanti dia datang.
Aku masih terus sibuk mengawasi pintu, berharap Eonniku akan datang walaupun terlambat setidaknya aku ingin mendengarnya langsung mengucapkan ‘chukkae’ kepadaku, bukan melalui handphone!
Ah, itu dia...
Ternyata dia datang juga...
Aku tersenyum senang dan langsung tertawa melihatnya yang sepertinya sangat keberatan dengan koper besar yang dibawanya. Omo! Apa isi koper besar itu?
“Eonni...” aku datang menghampirinya.
“Ah, Yoora-ah mianhae karena aku terlambat tadi penerbanganku tertunda karena cuaca yang tidak bagus.” Dia memberi tahuku.
“Ne, aku senang karena kau sudah mau datang Eonni. Tapi kau benar-benar membuatku kesal, Eonni.” Melihatnya yang tersenyum kepadaku seperti itu membuatku tidak jadi marah padanya. “Biar aku bantu.” Aku membantunya membawa koper besarnya itu.
“Anio, biar aku yang mengurus. Ini pestamu apa kata orang kalau mereka melihat pengantin baru mengangkat koperku ini. Bisa-bisa kau dikira ingin kabur dari pesta.” Candanya.
Aku tertawa kecil mendengarnya. “Ajjushi... tolong antarkan koper ini keatas.” Pintaku pada seorang Ajjushi pembantu rumah kami.
Dia langsung datang menghampiri kami dan membawakan koper itu keatas.
“Kamsahamnida...” ucap Eonni kepada Ajjushi itu.
“Ayo...” ajakku.
Aku menatapnya bingung yang hanya berdiri mematung dan melihat kearah belakangku. Aku langsung mengikuti arah pandanganya. Seorang namja datang medekati kami...
Ah, aku mengerti dia pasti penasaran dengan namja yang sekarang berdiri tepat di sampingku ini. Aku sedikit aneh melihat sikapnya yang sepertinya jadi berubah.
“Eonni...” Aku mencoba menyadarkannya dari lamunannya.
“Hm.. Ne.” Jawabnya bingung.
“Kenalkan ini adalah suamiku, Kim Joowon.” Aku tersenyum menatap Eonniku dan berharap dia akan langsung terlepas dari kebingungannya.
“Mwo?” Tanyanya yang benar-benar terkejut mendengar ucapanku.
Apa dia pikir aku masih bersama Donghae-oppa....

                                                                                *****

Park Hana’s side :
 03 Agustus 2011, 08:30 pm

“Ayo...” Ajaknya, menyuruhku untuk masuk kedalam.
Aku melihat seorang namja menghampiri aku dan Yoora-ah. Aishh... apa namja ini yang nantinya akan menjadi calon suamiku. Yah... tapi dia tidak terlalu buruk dari Donghae-oppa. Babo! Kenapa di saat seperti ini masih bisa membandingkannya dengan suami dongsaengmu. Sadarlah Hana, dia sudah menikah dan dia menikah dengan dongsaengmu sendiri. Apa kau masih akan terus berniat untuk merusak hubungan mereka? Kau benar-benar Eonni yang jahat jika kau melakukan itu...
“Eonni...” Dia menyadarkanku dari lamunan anehku.
“Hm.. Ne.” Jawabku masih bingung.
“Kenalkan ini adalah suamiku, Kim Joowon.” Dia tersenyum menatapku sambil merangkul namja itu.
“Mwo?” Tanyaku yang benar-benar terkejut mendengar ucapannya.
Apa-apa ini? Suaminya? Lalu, Donghae-oppa bagaimana?
“Eonni, apa ada yang salah?” Tanyanya yang bingung dengan keterkejutanku.
“Bagaimana dengan...”
“Ayo Eonni cepat... ini adalah acara puncaknya.” Dia langsung memotong pembicaraanku dan menarik lenganku dengan cepat.
Sepertinya dia sangat antusias dengan acara selanjutnya.
Tanpa sadar senyumku pun mengembang...
Aishh... kenapa aku tersenyum dan terlihat begitu senang. Pasti ada yang salah pada diriku.
Saat sampai di dalam aku langsung menemui Appa dan Eomma serta Eomma tiriku yang terlihat sangat bahagia dengan acara ini. Aku rasa mulai saat ini aku akan memiliki dua orang Eomma.
Aku tidak memperdulikan panggilan Yoora-ah yang menyuruhku untuk duduk dan mendengarkan penampilan sebuah boyband. Aku sibuk dengan Appa dan kedua Eommaku –yang terlihat sangat dekat- mencoba memprotes tentang perjodohan itu. Dan tentunya juga sibuk dengan magnaeku, Minjoo yang sekarang sudah besar. Dia terlihat sangat manis dan pintar.
Sekilas aku menatap kearah panggung...
Aishh... kenapa bagitu banyak orang yang menyanyi di panggung itu. Apakah mereka sedang lomba vokal grup. Aku tertawa sendiri dengan ucapanku. Dan kenapa semuanya namja, atau ini sedang ada acara ajang mencari jodoh...
Tunggu... sepertinya wajah mereka cukup familiar di ingatanku. Aku mencoba mengingat...
Omo...!!
Dengan ragu aku kembali melihat kearah panggung...
Omo!
Mereka...Super Junior...
Dan namja itu, Donghae-oppa ku...

Himdulgo oryowodo, i do
Nul nega issulge, i do – marry you
Uri hamkehanun manhunnaldongan, i do
Meil  gamsahalge my love

Aku terdiam bebarapa saat, mencoba mencerna semua yang sedang terjadi.
Kenapa dia bisa bernyanyi di pesta pernikahan mantan yeojachingunya sendiri...
Apa dia tidak sedih karena bukan dia yang seharusnya menjadi mempelai prianya bukan namja lain... ini semua membuatku bingung...
Yesonbutho norul mihe junbihan
Ne sone bidnanun banjirul badajwo
Onulgwa gathun mamuro
Jigume yagsog gioghalge
Would you marry me

Pyongseng gyothe issulge, i do
Nol saranghanun gol, i do
Nungwa bigawado akkyojumyonso, i do
Norul jikhyojulge, i do...

Aku masih sibuk dengan kebingungan yang menyergapku. Sampai aku tidak menyadari Donghae-oppa berjalan mendekatiku dan kali ini dia sudah berdiri tepat di depanku dengan senyum mematikannya. Walaupun aku akui senyum Kibum-oppa lebih mematikan dari Donghae-oppa.
Tapi melihatnya yang tersenyum seperti itu dapat membuatku meleleh saat ini juga.
Apa yang akan dia lakukan...
Kenapa berdiri di depanku dengan senyum seperti itu...
Aku benar-benar panik dengan apa yang akan dia lakukan selanjutnya...
Omo!
Apa yang dia lakukan...
Kenapa sekarang dia malah berlutut seperti itu di depanku.
Aku bahkan sudah tidak sanggup untuk mengangkat kepalaku dan melihat semua orang yang menatap penasaran kearahku.
“Oppa... apa yang kau lakukan. Cepatlah berdiri. Kau ingin membuatku mati karena malu, hah.” Aku memarahinya dengan pelan.
“Tenanglah, ini tidak akan lama.” Balasnya.
Aku mendengus kesal menatapnya. Aishh... namja ini...
Tiba-tiba dia menyodorkan sebuah kotak kecil kearahku dan membukanya dengan pelan...
Dan terlihatlah sebuah cincin dengan permata putih yang indah, terlihat sangat simple tapi aku suka.
Tunggu... apa dia sedang mencoba melamarku...?!
Omo!
Aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku, shock!
“Would youu marry me?” Tanya tegas.

                                                                                *****

Lee Donghae’s side :
 03 Agustus 2011, 08:50 pm

Aku melihatnya datang dan langsung menghampiri keluargannya. Sampai saat ini aku dan member lainnya masih erus melanjutkan nyanyian kami yang datang sebagai tamu dan ingin menyanyikan sebuah lagu special untuk Yoora-ah. Api sebenarnya nyanyian ini lebih untuk yeoja yang kurindukan itu dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya, marry you.
Aku berjalan menghampiri yeoja itu dengan member super junior lainnya yang masih terus melanjutkan bernyanyi menjadikannya seperti backsound dengan apa yang sedang aku lakukan.
Aku terus melihat yeoja yang sudah berada di depanku. Dia terlihat sangat bingung dan panik dengan situasi ini, hah sudah aku duga akan seperti itu reaksinya. Aish... ekspresinya itu membuatku ingin tertawa. Kenapa dia terlihat begitu lucu dan manis...
Aku langsung berlutut di depannya. Seperti rencana kami sebelumnya...

Flashback_
20  Juli 2011
“Lalu bagaimana nanti rencananya?” Tanya Eunhyuk-ah, saat  kami sedang membahas acara lamaranku kepada Yoora-ah dan meminta bantuan dan pendapat dari hyung serta dongsaengku di Super Junior.
Setelah aku medengar kabar pernikahan Yoora-ah yang akan diadakan dua minggu lagi dan sebelumnya aku sudah meminta bantuannya untuk membawa Hana-ah pulang kembali ke Seoul untuk menyaksikan pernikahannya.
“Nyanyikan lagu kita.” Usul Yesung-hyung dengan tersenyum penuh arti.
“Benar... Marry you.” Sambung Teuki-hyung semangat.
“Saat acara pesta malamnya.”Aku tersenyum senang dengan rencana kami.
“Ayo... sekarang kita latihan.” Seru Heechul-hyung semangat.
“Ayo...” Teriakku juga dengan semangat.
Sejak dia pergi kembali ke Jerman dan meninggalkanku untuk kedua kalinya, dia benar-benar membuatku sedih dan gila karena harus kehilangannya lagi. Aku benar-benar gila karena aku tahu dia tidak akan mungkin kembali lagi ke Seoul memikir itu saja sudah membuatku ingin mati.
Aku sadar aku sangat membutuhkannya, dan karena melihatku yang seperti orang gila karena kehilangan Eonninya, Yoora-ah mengerti dan meminta untuk memutuskan hubungan kami. Ternyata dia sudah tahu semuanya tentang aku dan Hana-ah dulu.
Aku tahu itu juga tidak mudah untuknya yang juga terlihat sama menyedihkannya seperti aku.  Aku sempat menolak keinginannya putus dariku karena dia sangat baik padaku, selalu ada untukku dan aku tidak ingin melukai hatinya. Tapi karena pengertiannya aku menerima semuanya.
Aku senang karena dia mendapatkan namja yang lebih baik dari pada aku yang tidak mampu mencintai dia seperti dulu lagi.
Flashback end_

Aku masih melihatnya yang terlihat panik dan hanya menundukkan kepala melihatku.
“Oppa... apa yang kau lakukan. Cepatlah berdiri. Kau ingin membuatku mati karena malu, hah.” Dengan suara pelannya dia meneggurku.
Dasar yeoja babo! Apa kau tidak tahu kalau aku ingin melamarnya, hah!
“Tenanglah, ini tidak akan lama.” Aku mencoba menenangkannya yang begitu panik.
Aku langsung merogoh saku jasku dan mengambil sebuah kotak kecil, menyodorkannya kearah Hana-ah  lalu membukanya pelan...
Sebuah cincin yang sudah aku beli dan pilih sendiri. Sangat simple karena aku tahu dia suka sekali dengan barang-barang yang terlihat simple tapi manis. Seperti cincin pilihanku ini...
Dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sepertinya dia benar-benar sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan ini.
“Would you marry me?” Tanyaku tegas.
Kali ini, aku tidak mau kehilangan dia lagi. Karena aku sudah tahu kebiasaannya yang suka kabur kalau sedang ada masalah.
Dan kali ini juga, aku akan mengikat dia dengan cincin ini serta janji sakral sebuah pernikahan...
Aku menunggu jawabannya dengan cemas. Apa dia masih mau menerima cintaku...
Semoga belum ada namja lain yang di sukainya atau menempati isi hatinya...
Semua orang juga menunggu dengan cemas. Bahkan Hyung serta Dongsaengku sudah berhenti bernyanyi karena ingin mendengar langsung jawaban dari calon yoejachinguku ini.
Ayolah jawab...
Kenapa diam begitu saja, kau membuatku panik...
Kali ini aku hanya menundukkan kepala karena merasakan tatapan aneh dari orang-orang disekitarku.
Apa yang akan di katakan media kalau aku sampai di tolak...
Aishh... babo! Kenapa di saat seperti ini aku masih bisa memikirkan tentang media...
Dengan pelahan aku memberanikan diri menatap orang yang begitu ku cintai ini dengan senyum yang kaku...
“Kau... setelah kau membuatku sedih dan terluka, dengan enaknya kau datang dan melamarku. Apa kau pikir aku mau, Oppa?” Tanyanya dengan berteriak marah.
Aku menatapnya shock...
Aku langsung berdiri dan masih tetap memegang kotak berisi cincin itu dalam genggamanku, membuatnya sedih dan terluka?
“Yak! Kenapa kau berteriak, hah!” Balasku tidak mau kalah, aku sudah tidak peduli lagi dengan orang-orang yang menatapku sekarang ataupun dengan media.
“Kau yang meninggalkanku, bukan aku! Kau yang memulai semuanya kenapa marah padaku. Harusnya aku yang mengatakan itu, Kau yang membuatku sedih dan terluka. Apa kau tahu aku gila karena memikirkanmu. Meninggalkan orang seenaknya saja...”
Aku langsung menghentikan ucapanku dan menatapnya panik. Aishh... apa aku sudah kelewatan... ah, kenapa dia menangis seperti itu...
“Hana-ah, mianhae...” Aku langsung memeluknya, mencoba untuk membuatnya tenang seperti dulu yang sering aku lakukan padanya saat dia sedang sedih atau ketakutan.
“Oppa...”
“Yak! Kenapa kalian jadi berpelukan seperti itu, hah.” Tegur Yesung-hyung dari atas panggung.
Aku langsung melepaskan pelukanku pada Hana-ah. Aishh... memalukan...
Aku baru sadar kalau disini sangat banyak orang dan ada orang tuanya serta Eomma dan Hyungku, Lee Donghwa yang semuanya melihat penuh arti kearahku dan Hana-ah.
Aku melihat Hana-ah yang sibuk menghapus air matanya. Sebenarnya aku ingin melakukan itu, menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan jari-jari tanganku sendiri tapi mengingat banyak orang  yang melihat kearah  kami aku harus mengurungkan niatku tersebut.
“Lalu bagaimana dengan lamarannya?” Tanya Eunhyuk-ah penasaran.
Aku langsung menatap Hana-ah tajam. “Yak! Benar, bagaimana dengan lamarannya. Apa kau menerimanya Hana-ah?” Tanyaku dengan nada yang sedikit tinggi karena aku benar-benar kacau saat ini. Aku sudah tidak mampu mengontrol diriku lagi dengan berpasang-pasang mata yang menatap kami.
Seharusnya aku tidak melakukan ini, lebih baik melamarnya dalam keadaan tertutup. Hanya ada aku dan dia...
Hah... babo! Kenapa aku harus mengikuti saran Yesung-hyung yang memang sering kali aneh...
Dia menatapku lama, lalu...
“Yes, I do.” Jawabnya pasti.
Dengan spontan aku langsung memeluknya lagi kali ini lebih erat.
Aku mendengar desahan nafas lega di sekitarku saat mendengar jawaban Hana-ah.
Ah, mianhae Yesung-hyung, aku tarik kembali ucapanku, terima kasih Hyung...
Dan untuk Hyung dan Dongsaengku yang lainnya, terima kasih karena sudah mau membantuku...
“Hyung... Chukkae...” Seru kyuhyun-ah yang menyabotase pelakukanku dengan Hana-ah dan langsung memelukku dengan senang.
Aishh... magnaeku satu ini mengganggu saja...
Lalu datanglah ucapan-ucapan selamat dari Hyung serta Dongsaengku yang lainnya, Eomma dan Donghwa-hyung, calon mertuaku, serta tamu-tamu pesta lainnya yang mengucapkan selamat padaku dan Hana-ah.
Ah... senyumnya, sudah lama sekali aku tidak melihat senyumnya yang begitu manis dan tulus. Aku tidak menyangka sekarang senyum itu akan selalu menghiasi hari-hariku lagi seperti dulu...
Dan itu menjadi milikku sekarang...
“Yak! Kalian berdua. Ini pesta pernikahanku, kenapa semua orang malah mengucapkan selamat kepada kalian, Hah.” Teriak Yoora-ah yang tidak terima.
“Ah, mianhae... aku lupa kalau ini pestamu, Yoora-ah. Aku sudah merasa ini jadi seperti pestaku sendiri” Ucapku, baru menyadari kalau aku hanya menumpang disini.
Semua orang langsung tertawa mendengar ucapanku...
Aku langsung menghampiri Hana-ah dan merangkulnya erat, aku takut dia akan kabur lagi setelah ini....
“Saranghae...”Bisiknya pelan.

*****
                                                                           
The End
Please leave your comments
Gomawo
SF_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar