Title : You are
the One
Author : Siti
Fajriani (Shin Hyemi)
Genre : Romance
Cast : Lee
Donghae, Park Hana, Lee Hyukjae, Kim Heechul, Park Yoora
Happy reading....
*****
Part 2
Park
Hana’s side :
Hari ini,
03 Agustus 2011, 06:50 pm
Huh...
Menyebalkan, kenapa aku
harus kembali lagi ke Seoul yang penuh dengan kenangan menyedihkan untukku...
Di tambah lagi aku harus
pulang karena pernikahan dongsaengku, Yoora-ah. Aishh... kenapa jadi dia duluan
yang menikah bukan aku yang Eonninya. Dia melangkahiku... dongsaeng yang tidak
sopan...
Dan kenapa mempelai prianya harus
Donghae-oppa? Dia akan menjadi adik iparku nantinya... benar-benar tidak bisa
di bayangkan kalau dia memanggilku dengan sebutan ‘kakak ipar’.
Walaupun aku masih kesal,
tapi aku sudah ikhlas dengan pernikahan mereka. Yang terpenting adalah melihat
mereka bahagia. dan yang membuat aku kesal itu, kenapa Appa dan Eomma sepakat
untuk menjodohkanku. Apa mereka pikir aku tidak bisa mencari calonku sendiri.
Aku bisa, hanya saja butuh waktu untuk menemukan yang cocok untukku. Aku tidak
ingin salah pilih saja.
Namja mana lagi itu? Apa
anak rekan bisnis Appa?
Aishh... aku sudah
benar-benar terlihat seperti yeoja yang tidak laku...
Dan sampai sekarang aku
masih harus terjebak di pesawat yang tadi penerbangannya di cancel karena cuaca
yang tidak bagus. Aku sudah sangat terlambat datang kepernikan dongsaengku itu.
Dia pasti akan sangat marah padaku. Sementara Eomma sudah pergi lebih dulu.
Semenjak aku kembali ke
Jerman, hubunganku dengan Dongsaengku itu sudah mulai membaik. Kami sudah
sering saling berhubungan melalui facebook, twitter, atau saling chating. Itu
lebih baik dari pada kami harus terus seperti orang yang bermusuhan.
Aku juga sudah merestui
hubungan Appa dan Eomma tiriku. Setelah mendengar cerita Eomma yang mengatakan
terkadang ada hal yang begitu rumit dalam keluarga yang memang sudah tidak bisa
di perbaiki atau disatukan lagi karena perbedaan pendapat, yang menyebabkan
mereka harus berpisah.
Aishh, kenapa dongsaengku
itu cepat sekali menikah padahal dia masih muda aku saja yang sudah berumur 24
tahun saja masih merasa sangat muda. Apa lagi dia yang baru 22 tahun. Apa
Donghae-oppa benar-benar mencintainya sampai dia langsung mengajak dongsaengku
itu menikah.
Aku menunggu dengan
malas...
Semoga saja aku tidak
terlalu terlambat, datang...
Babo! Sudah jelaskan aku
sudah terlambat. Acaranya saja pagi, paling aku hanya bisa menghadiri pesta
nanti malam. Memang aku juga sih yang salah karena datangnya tidak dari
kemaren. Tapi itu juga karena mereka mengatakannya mendadak kepadaku. Membuatku
jadi repot karena harus membatalkan jadwalku ke acara launching butik yang baru
aku buat dengan Eomma sebagai desainernya.
Woah... lebih baik aku
istirahat saja. Sebelum nanti akan sibuk...
*****
Park Yoora’s
side :
03 Agustus 2011, 08:25 pm
Aish...
Kenapa dia lama sekali
datang...
Apa dia tidak akan datang keacara pesta malam
ini...
Eonni yang jahat, sudah
tidak datang keacara intinya tadi pagi dan sekarang dia juga ingin melewatkan
pesta resepsnyai. Aku benar-benar akan marah padanya kalau nanti dia datang.
Aku masih terus sibuk
mengawasi pintu, berharap Eonniku akan datang walaupun terlambat setidaknya aku
ingin mendengarnya langsung mengucapkan ‘chukkae’ kepadaku, bukan melalui
handphone!
Ah, itu dia...
Ternyata dia datang
juga...
Aku tersenyum senang dan
langsung tertawa melihatnya yang sepertinya sangat keberatan dengan koper besar
yang dibawanya. Omo! Apa isi koper besar itu?
“Eonni...” aku datang
menghampirinya.
“Ah, Yoora-ah mianhae
karena aku terlambat tadi penerbanganku tertunda karena cuaca yang tidak bagus.”
Dia memberi tahuku.
“Ne, aku senang karena
kau sudah mau datang Eonni. Tapi kau benar-benar membuatku kesal, Eonni.”
Melihatnya yang tersenyum kepadaku seperti itu membuatku tidak jadi marah
padanya. “Biar aku bantu.” Aku membantunya membawa koper besarnya itu.
“Anio, biar aku yang
mengurus. Ini pestamu apa kata orang kalau mereka melihat pengantin baru mengangkat
koperku ini. Bisa-bisa kau dikira ingin kabur dari pesta.” Candanya.
Aku tertawa kecil
mendengarnya. “Ajjushi... tolong antarkan koper ini keatas.” Pintaku pada
seorang Ajjushi pembantu rumah kami.
Dia langsung datang
menghampiri kami dan membawakan koper itu keatas.
“Kamsahamnida...” ucap
Eonni kepada Ajjushi itu.
“Ayo...” ajakku.
Aku menatapnya bingung
yang hanya berdiri mematung dan melihat kearah belakangku. Aku langsung
mengikuti arah pandanganya. Seorang namja datang medekati kami...
Ah, aku mengerti dia
pasti penasaran dengan namja yang sekarang berdiri tepat di sampingku ini. Aku
sedikit aneh melihat sikapnya yang sepertinya jadi berubah.
“Eonni...” Aku mencoba
menyadarkannya dari lamunannya.
“Hm.. Ne.” Jawabnya
bingung.
“Kenalkan ini adalah
suamiku, Kim Joowon.” Aku tersenyum menatap Eonniku dan berharap dia akan
langsung terlepas dari kebingungannya.
“Mwo?” Tanyanya yang
benar-benar terkejut mendengar ucapanku.
Apa dia pikir aku masih
bersama Donghae-oppa....
*****
Park
Hana’s side :
03 Agustus 2011, 08:30 pm
“Ayo...” Ajaknya,
menyuruhku untuk masuk kedalam.
Aku melihat seorang namja
menghampiri aku dan Yoora-ah. Aishh... apa namja ini yang nantinya akan menjadi
calon suamiku. Yah... tapi dia tidak terlalu buruk dari Donghae-oppa. Babo!
Kenapa di saat seperti ini masih bisa membandingkannya dengan suami
dongsaengmu. Sadarlah Hana, dia sudah menikah dan dia menikah dengan
dongsaengmu sendiri. Apa kau masih akan terus berniat untuk merusak hubungan
mereka? Kau benar-benar Eonni yang jahat jika kau melakukan itu...
“Eonni...” Dia
menyadarkanku dari lamunan anehku.
“Hm.. Ne.” Jawabku masih
bingung.
“Kenalkan ini adalah
suamiku, Kim Joowon.” Dia tersenyum menatapku sambil merangkul namja itu.
“Mwo?” Tanyaku yang
benar-benar terkejut mendengar ucapannya.
Apa-apa ini? Suaminya?
Lalu, Donghae-oppa bagaimana?
“Eonni, apa ada yang
salah?” Tanyanya yang bingung dengan keterkejutanku.
“Bagaimana dengan...”
“Ayo Eonni cepat... ini
adalah acara puncaknya.” Dia langsung memotong pembicaraanku dan menarik
lenganku dengan cepat.
Sepertinya dia sangat
antusias dengan acara selanjutnya.
Tanpa sadar senyumku pun
mengembang...
Aishh... kenapa aku
tersenyum dan terlihat begitu senang. Pasti ada yang salah pada diriku.
Saat sampai di dalam aku
langsung menemui Appa dan Eomma serta Eomma tiriku yang terlihat sangat bahagia
dengan acara ini. Aku rasa mulai saat ini aku akan memiliki dua orang Eomma.
Aku tidak memperdulikan
panggilan Yoora-ah yang menyuruhku untuk duduk dan mendengarkan penampilan
sebuah boyband. Aku sibuk dengan Appa dan kedua Eommaku –yang terlihat sangat
dekat- mencoba memprotes tentang perjodohan itu. Dan tentunya juga sibuk dengan
magnaeku, Minjoo yang sekarang sudah besar. Dia terlihat sangat manis dan
pintar.
Sekilas aku menatap
kearah panggung...
Aishh... kenapa bagitu
banyak orang yang menyanyi di panggung itu. Apakah mereka sedang lomba vokal
grup. Aku tertawa sendiri dengan ucapanku. Dan kenapa semuanya namja, atau ini
sedang ada acara ajang mencari jodoh...
Tunggu... sepertinya
wajah mereka cukup familiar di ingatanku. Aku mencoba mengingat...
Omo...!!
Dengan ragu aku kembali
melihat kearah panggung...
Omo!
Mereka...Super Junior...
Dan namja itu,
Donghae-oppa ku...
Himdulgo oryowodo, i do
Nul nega issulge, i do – marry you
Uri hamkehanun manhunnaldongan, i do
Meil
gamsahalge my love
Aku terdiam bebarapa
saat, mencoba mencerna semua yang sedang terjadi.
Kenapa dia bisa bernyanyi
di pesta pernikahan mantan yeojachingunya sendiri...
Apa dia tidak sedih
karena bukan dia yang seharusnya menjadi mempelai prianya bukan namja lain...
ini semua membuatku bingung...
Yesonbutho norul mihe junbihan
Ne sone bidnanun banjirul badajwo
Onulgwa gathun mamuro
Jigume yagsog gioghalge
Would you marry me
Pyongseng gyothe issulge, i do
Nol saranghanun gol, i do
Nungwa bigawado akkyojumyonso, i do
Norul jikhyojulge, i do...
Aku masih sibuk dengan
kebingungan yang menyergapku. Sampai aku tidak menyadari Donghae-oppa berjalan
mendekatiku dan kali ini dia sudah berdiri tepat di depanku dengan senyum
mematikannya. Walaupun aku akui senyum Kibum-oppa lebih mematikan dari
Donghae-oppa.
Tapi melihatnya yang
tersenyum seperti itu dapat membuatku meleleh saat ini juga.
Apa yang akan dia
lakukan...
Kenapa berdiri di depanku
dengan senyum seperti itu...
Aku benar-benar panik
dengan apa yang akan dia lakukan selanjutnya...
Omo!
Apa yang dia lakukan...
Kenapa sekarang dia malah
berlutut seperti itu di depanku.
Aku bahkan sudah tidak
sanggup untuk mengangkat kepalaku dan melihat semua orang yang menatap
penasaran kearahku.
“Oppa... apa yang kau
lakukan. Cepatlah berdiri. Kau ingin membuatku mati karena malu, hah.” Aku
memarahinya dengan pelan.
“Tenanglah, ini tidak
akan lama.” Balasnya.
Aku mendengus kesal
menatapnya. Aishh... namja ini...
Tiba-tiba dia menyodorkan
sebuah kotak kecil kearahku dan membukanya dengan pelan...
Dan terlihatlah sebuah
cincin dengan permata putih yang indah, terlihat sangat simple tapi aku suka.
Tunggu... apa dia sedang
mencoba melamarku...?!
Omo!
Aku langsung menutup mulutku
dengan kedua tanganku, shock!
“Would youu marry me?”
Tanya tegas.
*****
Lee
Donghae’s side :
03 Agustus 2011, 08:50 pm
Aku melihatnya datang dan
langsung menghampiri keluargannya. Sampai saat ini aku dan member lainnya masih
erus melanjutkan nyanyian kami yang datang sebagai tamu dan ingin menyanyikan
sebuah lagu special untuk Yoora-ah. Api sebenarnya nyanyian ini lebih untuk
yeoja yang kurindukan itu dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya, marry
you.
Aku berjalan menghampiri
yeoja itu dengan member super junior lainnya yang masih terus melanjutkan
bernyanyi menjadikannya seperti backsound dengan apa yang sedang aku lakukan.
Aku terus melihat yeoja
yang sudah berada di depanku. Dia terlihat sangat bingung dan panik dengan
situasi ini, hah sudah aku duga akan seperti itu reaksinya. Aish... ekspresinya
itu membuatku ingin tertawa. Kenapa dia terlihat begitu lucu dan manis...
Aku langsung berlutut di
depannya. Seperti rencana kami sebelumnya...
Flashback_
20 Juli 2011
“Lalu bagaimana nanti
rencananya?” Tanya Eunhyuk-ah, saat kami
sedang membahas acara lamaranku kepada Yoora-ah dan meminta bantuan dan
pendapat dari hyung serta dongsaengku di Super Junior.
Setelah aku medengar
kabar pernikahan Yoora-ah yang akan diadakan dua minggu lagi dan sebelumnya aku
sudah meminta bantuannya untuk membawa Hana-ah pulang kembali ke Seoul untuk
menyaksikan pernikahannya.
“Nyanyikan lagu kita.”
Usul Yesung-hyung dengan tersenyum penuh arti.
“Benar... Marry you.”
Sambung Teuki-hyung semangat.
“Saat acara pesta
malamnya.”Aku tersenyum senang dengan rencana kami.
“Ayo... sekarang kita
latihan.” Seru Heechul-hyung semangat.
“Ayo...” Teriakku juga
dengan semangat.
Sejak dia pergi kembali
ke Jerman dan meninggalkanku untuk kedua kalinya, dia benar-benar membuatku
sedih dan gila karena harus kehilangannya lagi. Aku benar-benar gila karena aku
tahu dia tidak akan mungkin kembali lagi ke Seoul memikir itu saja sudah
membuatku ingin mati.
Aku sadar aku sangat
membutuhkannya, dan karena melihatku yang seperti orang gila karena kehilangan
Eonninya, Yoora-ah mengerti dan meminta untuk memutuskan hubungan kami.
Ternyata dia sudah tahu semuanya tentang aku dan Hana-ah dulu.
Aku tahu itu juga tidak
mudah untuknya yang juga terlihat sama menyedihkannya seperti aku. Aku sempat menolak keinginannya putus dariku
karena dia sangat baik padaku, selalu ada untukku dan aku tidak ingin melukai
hatinya. Tapi karena pengertiannya aku menerima semuanya.
Aku senang karena dia
mendapatkan namja yang lebih baik dari pada aku yang tidak mampu mencintai dia
seperti dulu lagi.
Flashback
end_
Aku masih melihatnya yang
terlihat panik dan hanya menundukkan kepala melihatku.
“Oppa... apa yang kau
lakukan. Cepatlah berdiri. Kau ingin membuatku mati karena malu, hah.” Dengan
suara pelannya dia meneggurku.
Dasar yeoja babo! Apa kau
tidak tahu kalau aku ingin melamarnya, hah!
“Tenanglah, ini tidak
akan lama.” Aku mencoba menenangkannya yang begitu panik.
Aku langsung merogoh saku
jasku dan mengambil sebuah kotak kecil, menyodorkannya kearah Hana-ah lalu membukanya pelan...
Sebuah cincin yang sudah
aku beli dan pilih sendiri. Sangat simple karena aku tahu dia suka sekali
dengan barang-barang yang terlihat simple tapi manis. Seperti cincin pilihanku
ini...
Dia langsung menutup
mulutnya dengan kedua tangannya, sepertinya dia benar-benar sangat terkejut
dengan apa yang aku lakukan ini.
“Would you marry me?”
Tanyaku tegas.
Kali ini, aku tidak mau
kehilangan dia lagi. Karena aku sudah tahu kebiasaannya yang suka kabur kalau
sedang ada masalah.
Dan kali ini juga, aku
akan mengikat dia dengan cincin ini serta janji sakral sebuah pernikahan...
Aku menunggu jawabannya
dengan cemas. Apa dia masih mau menerima cintaku...
Semoga belum ada namja
lain yang di sukainya atau menempati isi hatinya...
Semua orang juga menunggu
dengan cemas. Bahkan Hyung serta Dongsaengku sudah berhenti bernyanyi karena
ingin mendengar langsung jawaban dari calon yoejachinguku ini.
Ayolah jawab...
Kenapa diam begitu saja,
kau membuatku panik...
Kali ini aku hanya
menundukkan kepala karena merasakan tatapan aneh dari orang-orang disekitarku.
Apa yang akan di katakan
media kalau aku sampai di tolak...
Aishh... babo! Kenapa di
saat seperti ini aku masih bisa memikirkan tentang media...
Dengan pelahan aku
memberanikan diri menatap orang yang begitu ku cintai ini dengan senyum yang
kaku...
“Kau... setelah kau
membuatku sedih dan terluka, dengan enaknya kau datang dan melamarku. Apa kau
pikir aku mau, Oppa?” Tanyanya dengan berteriak marah.
Aku menatapnya shock...
Aku langsung berdiri dan
masih tetap memegang kotak berisi cincin itu dalam genggamanku, membuatnya
sedih dan terluka?
“Yak! Kenapa kau berteriak,
hah!” Balasku tidak mau kalah, aku sudah tidak peduli lagi dengan orang-orang
yang menatapku sekarang ataupun dengan media.
“Kau yang meninggalkanku,
bukan aku! Kau yang memulai semuanya kenapa marah padaku. Harusnya aku yang
mengatakan itu, Kau yang membuatku sedih dan terluka. Apa kau tahu aku gila
karena memikirkanmu. Meninggalkan orang seenaknya saja...”
Aku langsung menghentikan
ucapanku dan menatapnya panik. Aishh... apa aku sudah kelewatan... ah, kenapa
dia menangis seperti itu...
“Hana-ah, mianhae...” Aku
langsung memeluknya, mencoba untuk membuatnya tenang seperti dulu yang sering
aku lakukan padanya saat dia sedang sedih atau ketakutan.
“Oppa...”
“Yak! Kenapa kalian jadi
berpelukan seperti itu, hah.” Tegur Yesung-hyung dari atas panggung.
Aku langsung melepaskan
pelukanku pada Hana-ah. Aishh... memalukan...
Aku baru sadar kalau
disini sangat banyak orang dan ada orang tuanya serta Eomma dan Hyungku, Lee
Donghwa yang semuanya melihat penuh arti kearahku dan Hana-ah.
Aku melihat Hana-ah yang sibuk
menghapus air matanya. Sebenarnya aku ingin melakukan itu, menghapus air mata
yang mengalir di pipinya dengan jari-jari tanganku sendiri tapi mengingat
banyak orang yang melihat kearah kami aku harus mengurungkan niatku tersebut.
“Lalu bagaimana dengan
lamarannya?” Tanya Eunhyuk-ah penasaran.
Aku langsung menatap
Hana-ah tajam. “Yak! Benar, bagaimana dengan lamarannya. Apa kau menerimanya
Hana-ah?” Tanyaku dengan nada yang sedikit tinggi karena aku benar-benar kacau
saat ini. Aku sudah tidak mampu mengontrol diriku lagi dengan berpasang-pasang
mata yang menatap kami.
Seharusnya aku tidak
melakukan ini, lebih baik melamarnya dalam keadaan tertutup. Hanya ada aku dan
dia...
Hah... babo! Kenapa aku
harus mengikuti saran Yesung-hyung yang memang sering kali aneh...
Dia menatapku lama,
lalu...
“Yes, I do.” Jawabnya
pasti.
Dengan spontan aku
langsung memeluknya lagi kali ini lebih erat.
Aku mendengar desahan
nafas lega di sekitarku saat mendengar jawaban Hana-ah.
Ah, mianhae Yesung-hyung,
aku tarik kembali ucapanku, terima kasih Hyung...
Dan untuk Hyung dan
Dongsaengku yang lainnya, terima kasih karena sudah mau membantuku...
“Hyung... Chukkae...”
Seru kyuhyun-ah yang menyabotase pelakukanku dengan Hana-ah dan langsung
memelukku dengan senang.
Aishh... magnaeku satu
ini mengganggu saja...
Lalu datanglah
ucapan-ucapan selamat dari Hyung serta Dongsaengku yang lainnya, Eomma dan
Donghwa-hyung, calon mertuaku, serta tamu-tamu pesta lainnya yang mengucapkan
selamat padaku dan Hana-ah.
Ah... senyumnya, sudah
lama sekali aku tidak melihat senyumnya yang begitu manis dan tulus. Aku tidak
menyangka sekarang senyum itu akan selalu menghiasi hari-hariku lagi seperti
dulu...
Dan itu menjadi milikku
sekarang...
“Yak! Kalian berdua. Ini
pesta pernikahanku, kenapa semua orang malah mengucapkan selamat kepada kalian,
Hah.” Teriak Yoora-ah yang tidak terima.
“Ah, mianhae... aku lupa
kalau ini pestamu, Yoora-ah. Aku sudah merasa ini jadi seperti pestaku sendiri”
Ucapku, baru menyadari kalau aku hanya menumpang disini.
Semua orang langsung
tertawa mendengar ucapanku...
Aku langsung menghampiri
Hana-ah dan merangkulnya erat, aku takut dia akan kabur lagi setelah ini....
“Saranghae...”Bisiknya
pelan.
*****
The End
Please
leave your comments
Gomawo
SF_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar