Title : Finally...
Author : Siti Fajriani (Shin Hyemi)
Genre : Romance
Cast : Kim Jongwoon, Shin Hyemi, Jung Hara
Happy reading...
******
Aku terdiam di depan laptop-ku,
menatap layarnya sedih. Ingin rasanya aku tidak mengenalnya sama sekali.
Mengenalnya hanya membuat hatiku sakit. Perasaan ini, aku membencinya...
“Dia sudah mengucapkannya?”
Aku membaca tulisan sahabatku di layar laptop. Saat ini aku memang sedang
chatting dengannya. Untuk sedikit mengurangi rasa sedihku, dengan menceritakan
kesedihanku.
Aku mengetikkan kata
‘belum, sepertinya dia lupa’. Ya, tentu saja dia lupa, kenapa dia harus ingat
kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku bahkan tidak yakin apa dia
mengenalku. Memikirkan tentang itu membuatku sedih. Kenapa aku harus menyukai
seseorang yang memang tidak bisa aku gapai. Menyedihkan!
“Tunggulah, ini kan belum
jam 12 malam, mungkin nanti dia akan mengucapkannya.” Bacaku pada balasan
sahabatku, Jung Hara.
“Hyemi-ya, bagaimana
kalau kau melupakannya saja. Bukankah Eunhyuk tadi menyatakan cintanya padamu,
hah?” aku terdiam membaca rentetan kata-kata itu.
Seandainya aku bisa, aku
sudah melupakannya dari dulu. Tapi aku tidak bisa, semakin aku mencoba
melupakannya semakin sulit untuk kulakukan. Padahal aku sudah tidak bertemu
lagi dengannya karena dia sudah lulus dari SMA, ya... dia Sunbaeku. Kim
Jongwoon, atau chingu-nya lebih sering memanggilnya dengan sebutan Yesung.
Sesuai dengan suara indah yang dimilikinya. Dan karena itulah aku menyukainya
pada saat pertama kali melihatnya bernyanyi. Suaranya... sangat mengagumkan.
“Aku tidak bisa menerima
Eunhyuk, karena pikiranku benar-benar hanya tertuju pada Yesung-sunbaenim.
Kalau aku menerimanya, itu hanya akan membuatnya sedih.” Aku membaca ulang
kata-kata yang sudah kuketik lalu menekan tombol ‘enter’ pada keyboard laptop-ku.
Sambil menunggu balasan
dari Hara, aku kembali membuka facebook-ku dan langsung mengetikkan nama Kim
Jongwoon pada kolom ‘search’. Aku ingin
tahu apa dia ada membuka facebook-nya untuk hari ini.
Tidak ada tanda-tanda
kalau dia membuka facebook-nya untuk hari ini. Aku mendesah lemas. Ini sudah
jam 11 lewat 40 menit, kalau dia tidak membuka facebook-nya juga, itu berarti
tidak akan ada harapan kalau dia akan mengucapkan selamat ulang tahun untukku.
Menyedihkan!
Aku langsung meng-update
statusku. Mengeluarkan rasa sedih yang kurasakan. Aku hanya ingin orang-orang
tahu apa yang aku rasakan, walaupun sebenarnya itu tidak terlalu penting.
“Apa yang sedang dia
lakukan? Aku hanya ingin mendapatkan ucapan selamat ulang tahun darinya, apa
itu terlalu sulit untuk diucapkan?” aku langsung mengklik tombol ‘share’.
Ting!
Sebuah balasan dari Hara.
“Cobalah secara perlahan-lahan melupakannya, jangan terlalu memaksakannya. Fighting
Hyemi-ya!”
Aku tersenyum tipis
membaca balasannya. Lalu kembali mengetikkan balasan untuknya. “Kalau saja aku
bisa. Salahkan dia, karena bayangannya yang selalu mengusik otakku! Muncul
begitu saja, tanpa pernah aku pinta...”
Aish, kenapa begitu
menyedihkan. Cinta ini... kenapa begitu menyedihkan? Aku juga ingin memiliki
namjachingu. Tapi kenapa bukan Yesung-sunbaenim yang menyatakan cintanya
padaku? Kenapa harus Eunhyuk?
Baiklah itu mungkin
memang kahayalan yang terlalu berlebihan mengingat kami memang tidak pernah
dekat. Karena aku adalah tipe orang yang lebih suka menyimpan rasa sukaku dari
pada aku harus datang padanya dan menyatakan langsung perasaan sukaku padanya.
Itu memalukan!
Aku sangat setuju dengan
istilah ‘yeoja ditakdirkan untuk menunggu dan namja ditakdirkan untuk bertindak’
dan karena itu aku menunggu. Aku juga ingin dia mencintaiku, bukan karena rasa
kasihan atau apapun itu. Aku ingin itu tulus, karena dia juga merasakan hal
yang sama denganku.
Ting!
Kembali aku melihat
balasan Hara. “Yak! Babo! Mau sampai kapan kau seperti itu, hah? Kalau begitu
pikirkan saja tentang sifatnya yang playboy dan buruk itu!”
Ah, chinguku bahkan
menambahkan emoticon marah pada kata-katanya. Sepertinya dia benar-benar kesal
dengan kelemahanku yang tidak bisa melupakan cinta pertamaku itu.
“Ini sudah hampir tengah
malam, aku tidur dulu. Aku tidak ingin dimarahi oleh Eomma. Kau harus berjuang
Hyemi-ya!!!” Tambahnya.
Aku kembali terdiam
menatapi keyboard laptop-ku dengan sedih. Benar, ini sudah hampir tengah malam
tapi kenapa tidak ada ucapan darinya, sepertinya dia benar-benar tidak akan
mengucapkannya padaku.
Aku melihat sebuah pemberitahuan
baru, dan langsung mengkliknya. Seseorang mengomentari statusku. ‘Apa kau
menunggu ucapan dariku?’
Aku langsung membalasnya
dengan malas. ‘Ne, tentu saja. Aku sudah menunggunya sejak dari tadi pagi,
sampai aku lelah.’
Ya, bagaimana tidak. Aku
sudah menunggunya lama Yesung-sunbaenim! Kenapa kau masih menanyakannya, hah?
Babo! Babo namja!
Aku terdiam dan membeku.
Babo! Apa yang sudah aku lakukan, hah? Yak! Hyemi babo!
Ting!
Sebuah pemberitahuan
baru. Dengan takut aku melihatnya, dan kembali tertulis ‘Kim Jongwoon commented
in your status’. Aku mengkliknya dengan
cemas.
Apa yang sudah aku
lakukan?! Aku membalas komentar pertamanya dengan begitu jujur. Aish, kenapa
aku bisa sampai seperti ini? Memalukan!
Kenapa aku bisa tidak
sadar kalau yang mengomentari statusku itu adalah dia, dan mengapa aku malah
menjawabnya dengan begitu jujur. Bagaimana ini?
“Mianhae, membuatmu
menunggu lama. Aku hanya ingin tahu saja tadi, ternyata kau sangat menunggu
ucapan dariku. Kalau begitu sekarang aku akan mengucapkannya ‘Saengil
chukkahamnida Hyemi-ah. Semoga kau menjadi semakin dewasa, diberikan kesahatan
dan semoga impianmu tercapai. Shin Hyemi Saranghae... ”
Aku terdiam, jantungku...
kenapa dengan jantungku? Kenapa berdebar sangat keras, dan wajahku kenapa jadi
memanas. Dan yak! Kenapa suhu di kamar ini terasa panas.
Aku langsung beranjak
dari dudukku, dan berjalan tidak tentu arah, bingung! Aku langsung menghampiri
pintu balkon kamarku dan membukanya dengan cepat. Membiarkan angin menerpa
tubuhku yang mendadak merasakan panas.
Ah, aku merasa lebih baik
sekarang...
Tapi tidak dengan
jantungku yang masih terus berdebar dengan kencang. Eotteohke?
Aish, jinjja?
Kenapa dia harus
menuliskan kata ‘Saranghae’ diakhir kalimatnya tidakkah dia tahu itu sangat
berdampak buruk bagiku yang membacanya?
Lihatlah aku yang sudah
seperti orang gila ini, dengan senyum yang dari tadi terus tersungging di bibirku.
Membuatku ingin berteriak dengan sangat keras dan melompat kegirangan. Aish...
Aku bahagai! Aku bahagia!
Dunia... aku bahagia!
Aku meneriakkan kata-kata
itu dari dalam hatiku. Sebenarnya aku ingin mengeluarkan kata-kata itu saat ini
juga, tapi mengingat ini yang sudah tengah malam, aku terpaksa mengurungkan
niatku itu. Aku tidak ingin diteriaki oleh orang rumah dan tetanggaku karena
mengganggu tidur mereka.
“Hyemi-ya!”
Aku terdiam, mendengar
sebuah suara yang memanggilku. Aku hanya diam dan tidak berani untuk melihat ke
sekelilingku. Bulu romaku berdiri, eotteohke?
Aish, kenapa aku tadi
harus keluar dari kamar. Ini sudah tengah malam bagaimna kalau muncul...
Aku sudah sangat
ketakutan sekali sampai aku tidak berani untuk menyebutkan apa yang kutakuti.
Makhuk mengerikan dengan rambut panjang dan baju putih yang kebesaran bermain
di ayunan sambil menyanyikan sebuah lagu menyedihkan.
Aish, babo! Kenapa
pikiranku jadi begitu jauh. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan. Bahkan
untuk menggerakkan badanku saja sangat sulit. Dan untuk kali ini aku menyesali
karena di halaman rumahku terdapat ayunan, itu juga karena permintaanku pada
Appa dan Eomma.
“Hyemi-ya!”
Kembali aku mendengar
suara itu, tapi tunggu... itu seperti suara seorang namja, berarti aku selamat,
karena hantu yang aku pikirkan itu yeoja. Tapi, kalau ada hantu yeoja pasti ada
hantu namja, ne... benar... Tuhan selalu menciptakan sesuatu
berpasang-pasangan.
Kalau begitu, bolehkah
aku merasa takut lagi?
“Yak! Shin Hyemi! Lihat
aku disini, aku di bawah!” Perintah suara mencurigakan itu dengan kesal.
Bagaimana mungkin aku
menuruti suara bodoh itu, bagaimana kalau itu hantu! Memikirkannya saja sudah
membuatku takut bagaimana aku bisa mengikuti perintah itu. Babo!
“Yak! Lihat kebawah!
Hyemi-ya...”
Dengan rasa takut
bercampur kesal aku menuruti permintaan suara itu. Aku melangkah maju
perlahan-lahan mendekati pagar pembatas balkon. Dan dengan cemas melihat
kebawah sambil menutup kedua mataku.
“Hyemi-ya...
saranghae...”
Aku langsung membuka
kedua mataku, terkejut dengan apa yang baru kudengar dan semakin terkejut
dengan apa yang kulihat saat ini.
Dia!
Namja itu, namja yang
kusukai selama hampir tiga tahun, sejak aku masuk SMA. Namja yang bayangannya
selalu hadir dalam pikiranku, memenuhi otakku dengan segala adegan yang terekam
saat aku memperhatikannya. Namja yang membuatku menolak cinta seorang Eunhyuk,
lead dancer serta namja teromantis di SMA. Dia, namja yang membuatku selalu
tersenyum dan melupakan kesedihanku.
Dia, adalah hidupku....
Dan saat ini, dia berdiri
di depan rumahku dengan menatapku sambil tersenyum begitu manis. Menyodorkan
setangkai mawar putih kearahku. Bunga kesukaanku...
“Saranghae Hyemi-ya.
Mianhae, membuatmu menungguku begitu lama.” Ucapnya dengan lembut.
Aku terdiam, sama sekali
tidak tahu dengan apa yang terjadi saat ini. Apakah ini khayalanku? Ataukah aku
sedang bermimpi saat ini? Jika iya, tolong bangunkan aku sekarang juga. Aku
tidak ingin bermimpi lagi. Aku ingin menata ulang hidupku lagi yang sudah
begitu berantakan.
“Hyemi-ya, apa kau tidak
ingin menjadi yeojachingu-ku?” Pertanyaannya menyadarkanku dari lamunan.
Kenapa ini begitu nyata?
“Apakah kau nyata?”
Tanyaku, aku langsung memukul kepalaku setelah mengeluarkan pertanyaan bodoh
itu.
Kenapa aku menanyakan hal
bodoh itu. Babo! Aku memilih untuk mencubit pipiku. “Auww... sakit...” Keluhku.
“Apa kau sedang berpikir
kalau ini mimpi?” Tanyanya lagi.
Aku hanya menganggukkan
kepalaku pelan.
“Turunlah, dan buktikan
secara langsung kalau semua ini nyata.” Pintanya dengan senyuman yang begitu
manis.
Aku terdiam beberapa
saat, seolah terhipnotis dengan senyumannya itu.
*****
Aku duduk manis di taman
kampus. Tidak terasa sudah satu tahun tepat saat indah itu berlalu. Sekarang
aku sudah kuliah, dan kalian tahu, aku satu universitas dengan
Yesung-sunbaenim... upst... Yesung-oppa.
Ternyata saat itu aku
memang sedang tidak bermimpi. Dia benar-benar nyata dan benar-benar menyatakan
cintanya padaku. Dan hari ini adalah hari jadi kami yang pertama sekaligus hari
ulang tahunku, aku jadi semakin menyukai hari ulang tahunku, 24 November. Tanggal
yang sama dengan Yesung-oppa, 24 Agustus. Saat menyadari tanggal lahir kami
yang sama membuatku senang. Kenapa bulannya juga tidak sama ya?
“Jagiya...” Sapanya dan
langsung menghampiriku, duduk di sebelahku.
Aku tersenyum menatapnya
yang duduk disampingku.
“Happy birthday and happy
first anniversary.” Ucapnya sambil menyodorkan setangkai mawar putih
kesukaanku.
Aku menerimanya.
“Gomawo... saranghae Oppa.”
“Nado saranghae.”
Balasnya. “Ayo cepat ucapkan permintaanmu.” Serunya sambil menyodorkan sebuah
cake kecil dengan bentuk love dan satu lilin di tengah-tengahnya.
Aku tersenyum bahagia
menatapnya. “Kapan kau menyiapkan ini, Oppa?” Tanyaku. Ini benar-benar sangat
indah dan romantis.
Dia hanya tersenyum
misterius. “Cepat saja lakukan. Ini rahasia.”
Aku menatapnya kesal.
Lalu kembali tersenyum karena melihat senyumnya yang memang selalu sukses
membuatku bahagia.
Aku langsung meniup lilin
itu dan memejamkan mataku sambil berdoa.
Tidak banyak yang
kuharapkan, aku hanya ingin selalu bersama dengan orang aku sayangi,
keluargaku, sahabat serta semua teman-temanku. Terlebih dengannya, aku berharap
agar kami selalu bersama. Tuhan, tolong kabulkan permintaanku ini.
Aku mengakhiri doaku dan
menatapnya dengan senyum manisku. Dia membalas senyumku dengan senyum manisnya
yang kusukai...
Hari-hari ke depan
nantinya mungkin akan sulit. Aku hanya ingin bisa selalu bersamanya saat aku
sedih maupun bahagia.
“Apa yang kau pinta?”
Tanyanya penasaran.
“Rahasia.” Ucapku dengan
senyum senang.
Dia langsung menatapku
dengan kesal.
“Aish, kau sangat lucu
Oppa.” Aku mencubit pipinya gemas. “Gomawo Oppa untuk semuanya, saranghae...”
“Nado saranghae...”
Dan senyumnya kembali
terlihat, kali lebih manis...
*****
The end
PS : semua FF author adalah karya asli author dan pernah di publish di FB author 'Siti Fajriani Zharkey'
Please leave your comments
Gomawo
SF_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar