Welcome to My World

Selasa, 21 Agustus 2012

Fanfiction - Finally...


Title : Finally...
Author : Siti Fajriani (Shin Hyemi)
Genre : Romance
Cast : Kim Jongwoon, Shin Hyemi, Jung Hara

Happy reading...

******

Aku terdiam di depan laptop-ku, menatap layarnya sedih. Ingin rasanya aku tidak mengenalnya sama sekali. Mengenalnya hanya membuat hatiku sakit. Perasaan ini, aku membencinya...

“Dia sudah mengucapkannya?” Aku membaca tulisan sahabatku di layar laptop. Saat ini aku memang sedang chatting dengannya. Untuk sedikit mengurangi rasa sedihku, dengan menceritakan kesedihanku.


Aku mengetikkan kata ‘belum, sepertinya dia lupa’. Ya, tentu saja dia lupa, kenapa dia harus ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahunku. Aku bahkan tidak yakin apa dia mengenalku. Memikirkan tentang itu membuatku sedih. Kenapa aku harus menyukai seseorang yang memang tidak bisa aku gapai. Menyedihkan!

“Tunggulah, ini kan belum jam 12 malam, mungkin nanti dia akan mengucapkannya.” Bacaku pada balasan sahabatku, Jung Hara.

“Hyemi-ya, bagaimana kalau kau melupakannya saja. Bukankah Eunhyuk tadi menyatakan cintanya padamu, hah?” aku terdiam membaca rentetan kata-kata itu.

Seandainya aku bisa, aku sudah melupakannya dari dulu. Tapi aku tidak bisa, semakin aku mencoba melupakannya semakin sulit untuk kulakukan. Padahal aku sudah tidak bertemu lagi dengannya karena dia sudah lulus dari SMA, ya... dia Sunbaeku. Kim Jongwoon, atau chingu-nya lebih sering memanggilnya dengan sebutan Yesung. Sesuai dengan suara indah yang dimilikinya. Dan karena itulah aku menyukainya pada saat pertama kali melihatnya bernyanyi. Suaranya... sangat mengagumkan.

“Aku tidak bisa menerima Eunhyuk, karena pikiranku benar-benar hanya tertuju pada Yesung-sunbaenim. Kalau aku menerimanya, itu hanya akan membuatnya sedih.” Aku membaca ulang kata-kata yang sudah kuketik lalu menekan tombol ‘enter’ pada keyboard laptop-ku.

Sambil menunggu balasan dari Hara, aku kembali membuka facebook-ku dan langsung mengetikkan nama Kim Jongwoon pada kolom ‘search’. Aku  ingin tahu apa dia ada membuka facebook-nya untuk hari ini.

Tidak ada tanda-tanda kalau dia membuka facebook-nya untuk hari ini. Aku mendesah lemas. Ini sudah jam 11 lewat 40 menit, kalau dia tidak membuka facebook-nya juga, itu berarti tidak akan ada harapan kalau dia akan mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Menyedihkan!

Aku langsung meng-update statusku. Mengeluarkan rasa sedih yang kurasakan. Aku hanya ingin orang-orang tahu apa yang aku rasakan, walaupun sebenarnya itu tidak terlalu penting.

“Apa yang sedang dia lakukan? Aku hanya ingin mendapatkan ucapan selamat ulang tahun darinya, apa itu terlalu sulit untuk diucapkan?” aku langsung mengklik tombol ‘share’.

Ting!

Sebuah balasan dari Hara. “Cobalah secara perlahan-lahan melupakannya, jangan terlalu memaksakannya. Fighting Hyemi-ya!”

Aku tersenyum tipis membaca balasannya. Lalu kembali mengetikkan balasan untuknya. “Kalau saja aku bisa. Salahkan dia, karena bayangannya yang selalu mengusik otakku! Muncul begitu saja, tanpa pernah aku pinta...”

Aish, kenapa begitu menyedihkan. Cinta ini... kenapa begitu menyedihkan? Aku juga ingin memiliki namjachingu. Tapi kenapa bukan Yesung-sunbaenim yang menyatakan cintanya padaku? Kenapa harus Eunhyuk?

Baiklah itu mungkin memang kahayalan yang terlalu berlebihan mengingat kami memang tidak pernah dekat. Karena aku adalah tipe orang yang lebih suka menyimpan rasa sukaku dari pada aku harus datang padanya dan menyatakan langsung perasaan sukaku padanya. Itu memalukan!

Aku sangat setuju dengan istilah ‘yeoja ditakdirkan untuk menunggu dan namja ditakdirkan untuk bertindak’ dan karena itu aku menunggu. Aku juga ingin dia mencintaiku, bukan karena rasa kasihan atau apapun itu. Aku ingin itu tulus, karena dia juga merasakan hal yang sama denganku.

Ting!
Kembali aku melihat balasan Hara. “Yak! Babo! Mau sampai kapan kau seperti itu, hah? Kalau begitu pikirkan saja tentang sifatnya yang playboy dan buruk itu!”

Ah, chinguku bahkan menambahkan emoticon marah pada kata-katanya. Sepertinya dia benar-benar kesal dengan kelemahanku yang tidak bisa melupakan cinta pertamaku itu.

“Ini sudah hampir tengah malam, aku tidur dulu. Aku tidak ingin dimarahi oleh Eomma. Kau harus berjuang Hyemi-ya!!!” Tambahnya.

Aku kembali terdiam menatapi keyboard laptop-ku dengan sedih. Benar, ini sudah hampir tengah malam tapi kenapa tidak ada ucapan darinya, sepertinya dia benar-benar tidak akan mengucapkannya padaku.

Aku melihat sebuah pemberitahuan baru, dan langsung mengkliknya. Seseorang mengomentari statusku. ‘Apa kau menunggu ucapan dariku?’

Aku langsung membalasnya dengan malas. ‘Ne, tentu saja. Aku sudah menunggunya sejak dari tadi pagi, sampai aku lelah.’

Ya, bagaimana tidak. Aku sudah menunggunya lama Yesung-sunbaenim! Kenapa kau masih menanyakannya, hah? Babo! Babo namja!

Aku terdiam dan membeku. Babo! Apa yang sudah aku lakukan, hah? Yak! Hyemi babo!

Ting!

Sebuah pemberitahuan baru. Dengan takut aku melihatnya, dan kembali tertulis ‘Kim Jongwoon commented in  your status’. Aku mengkliknya dengan cemas.

Apa yang sudah aku lakukan?! Aku membalas komentar pertamanya dengan begitu jujur. Aish, kenapa aku bisa sampai seperti ini? Memalukan!

Kenapa aku bisa tidak sadar kalau yang mengomentari statusku itu adalah dia, dan mengapa aku malah menjawabnya dengan begitu jujur. Bagaimana ini?

“Mianhae, membuatmu menunggu lama. Aku hanya ingin tahu saja tadi, ternyata kau sangat menunggu ucapan dariku. Kalau begitu sekarang aku akan mengucapkannya ‘Saengil chukkahamnida Hyemi-ah. Semoga kau menjadi semakin dewasa, diberikan kesahatan dan semoga impianmu tercapai. Shin Hyemi Saranghae... ”

Aku terdiam, jantungku... kenapa dengan jantungku? Kenapa berdebar sangat keras, dan wajahku kenapa jadi memanas. Dan yak! Kenapa suhu di kamar ini terasa panas.

Aku langsung beranjak dari dudukku, dan berjalan tidak tentu arah, bingung! Aku langsung menghampiri pintu balkon kamarku dan membukanya dengan cepat. Membiarkan angin menerpa tubuhku yang mendadak merasakan panas.

Ah, aku merasa lebih baik sekarang...

Tapi tidak dengan jantungku yang masih terus berdebar dengan kencang. Eotteohke?

Aish, jinjja?
Kenapa dia harus menuliskan kata ‘Saranghae’ diakhir kalimatnya tidakkah dia tahu itu sangat berdampak buruk bagiku yang membacanya?

Lihatlah aku yang sudah seperti orang gila ini, dengan senyum yang dari tadi terus tersungging di bibirku. Membuatku ingin berteriak dengan sangat keras dan melompat kegirangan. Aish...

Aku bahagai! Aku bahagia! Dunia... aku bahagia!
Aku meneriakkan kata-kata itu dari dalam hatiku. Sebenarnya aku ingin mengeluarkan kata-kata itu saat ini juga, tapi mengingat ini yang sudah tengah malam, aku terpaksa mengurungkan niatku itu. Aku tidak ingin diteriaki oleh orang rumah dan tetanggaku karena mengganggu tidur mereka.

“Hyemi-ya!”

Aku terdiam, mendengar sebuah suara yang memanggilku. Aku hanya diam dan tidak berani untuk melihat ke sekelilingku. Bulu romaku berdiri, eotteohke?

Aish, kenapa aku tadi harus keluar dari kamar. Ini sudah tengah malam bagaimna kalau muncul...

Aku sudah sangat ketakutan sekali sampai aku tidak berani untuk menyebutkan apa yang kutakuti. Makhuk mengerikan dengan rambut panjang dan baju putih yang kebesaran bermain di ayunan sambil menyanyikan sebuah lagu menyedihkan.

Aish, babo! Kenapa pikiranku jadi begitu jauh. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan. Bahkan untuk menggerakkan badanku saja sangat sulit. Dan untuk kali ini aku menyesali karena di halaman rumahku terdapat ayunan, itu juga karena permintaanku pada Appa dan Eomma.

“Hyemi-ya!”

Kembali aku mendengar suara itu, tapi tunggu... itu seperti suara seorang namja, berarti aku selamat, karena hantu yang aku pikirkan itu yeoja. Tapi, kalau ada hantu yeoja pasti ada hantu namja, ne... benar... Tuhan selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan.

Kalau begitu, bolehkah aku merasa takut lagi?

“Yak! Shin Hyemi! Lihat aku disini, aku di bawah!” Perintah suara mencurigakan itu dengan kesal.

Bagaimana mungkin aku menuruti suara bodoh itu, bagaimana kalau itu hantu! Memikirkannya saja sudah membuatku takut bagaimana aku bisa mengikuti perintah itu. Babo!

“Yak! Lihat kebawah! Hyemi-ya...”

Dengan rasa takut bercampur kesal aku menuruti permintaan suara itu. Aku melangkah maju perlahan-lahan mendekati pagar pembatas balkon. Dan dengan cemas melihat kebawah sambil menutup kedua mataku.

“Hyemi-ya... saranghae...”

Aku langsung membuka kedua mataku, terkejut dengan apa yang baru kudengar dan semakin terkejut dengan apa yang kulihat saat ini.

Dia!
Namja itu, namja yang kusukai selama hampir tiga tahun, sejak aku masuk SMA. Namja yang bayangannya selalu hadir dalam pikiranku, memenuhi otakku dengan segala adegan yang terekam saat aku memperhatikannya. Namja yang membuatku menolak cinta seorang Eunhyuk, lead dancer serta namja teromantis di SMA. Dia, namja yang membuatku selalu tersenyum dan melupakan kesedihanku.

Dia, adalah hidupku....

Dan saat ini, dia berdiri di depan rumahku dengan menatapku sambil tersenyum begitu manis. Menyodorkan setangkai mawar putih kearahku. Bunga kesukaanku...

“Saranghae Hyemi-ya. Mianhae, membuatmu menungguku begitu lama.” Ucapnya dengan lembut.

Aku terdiam, sama sekali tidak tahu dengan apa yang terjadi saat ini. Apakah ini khayalanku? Ataukah aku sedang bermimpi saat ini? Jika iya, tolong bangunkan aku sekarang juga. Aku tidak ingin bermimpi lagi. Aku ingin menata ulang hidupku lagi yang sudah begitu berantakan.

“Hyemi-ya, apa kau tidak ingin menjadi yeojachingu-ku?” Pertanyaannya menyadarkanku dari lamunan.

Kenapa ini begitu nyata?

“Apakah kau nyata?” Tanyaku, aku langsung memukul kepalaku setelah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu.

Kenapa aku menanyakan hal bodoh itu. Babo! Aku memilih untuk mencubit pipiku. “Auww... sakit...” Keluhku.

“Apa kau sedang berpikir kalau ini mimpi?” Tanyanya lagi.

Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan.

“Turunlah, dan buktikan secara langsung kalau semua ini nyata.” Pintanya dengan senyuman yang begitu manis.

Aku terdiam beberapa saat, seolah terhipnotis dengan senyumannya itu.

*****

Aku duduk manis di taman kampus. Tidak terasa sudah satu tahun tepat saat indah itu berlalu. Sekarang aku sudah kuliah, dan kalian tahu, aku satu universitas dengan Yesung-sunbaenim... upst... Yesung-oppa.

Ternyata saat itu aku memang sedang tidak bermimpi. Dia benar-benar nyata dan benar-benar menyatakan cintanya padaku. Dan hari ini adalah hari jadi kami yang pertama sekaligus hari ulang tahunku, aku jadi semakin menyukai hari ulang tahunku, 24 November. Tanggal yang sama dengan Yesung-oppa, 24 Agustus. Saat menyadari tanggal lahir kami yang sama membuatku senang. Kenapa bulannya juga tidak sama ya?

“Jagiya...” Sapanya dan langsung menghampiriku, duduk di sebelahku.

Aku tersenyum menatapnya yang duduk disampingku.

“Happy birthday and happy first anniversary.” Ucapnya sambil menyodorkan setangkai mawar putih kesukaanku.

Aku menerimanya. “Gomawo... saranghae Oppa.”

“Nado saranghae.” Balasnya. “Ayo cepat ucapkan permintaanmu.” Serunya sambil menyodorkan sebuah cake kecil dengan bentuk love dan satu lilin di tengah-tengahnya.

Aku tersenyum bahagia menatapnya. “Kapan kau menyiapkan ini, Oppa?” Tanyaku. Ini benar-benar sangat indah dan romantis.

Dia hanya tersenyum misterius. “Cepat saja lakukan. Ini rahasia.”

Aku menatapnya kesal. Lalu kembali tersenyum karena melihat senyumnya yang memang selalu sukses membuatku bahagia.

Aku langsung meniup lilin itu dan memejamkan mataku sambil berdoa.

Tidak banyak yang kuharapkan, aku hanya ingin selalu bersama dengan orang aku sayangi, keluargaku, sahabat serta semua teman-temanku. Terlebih dengannya, aku berharap agar kami selalu bersama. Tuhan, tolong kabulkan permintaanku ini.

Aku mengakhiri doaku dan menatapnya dengan senyum manisku. Dia membalas senyumku dengan senyum manisnya yang kusukai...

Hari-hari ke depan nantinya mungkin akan sulit. Aku hanya ingin bisa selalu bersamanya saat aku sedih maupun bahagia.

“Apa yang kau pinta?” Tanyanya penasaran.

“Rahasia.” Ucapku dengan senyum senang.

Dia langsung menatapku dengan kesal.

“Aish, kau sangat lucu Oppa.” Aku mencubit pipinya gemas. “Gomawo Oppa untuk semuanya, saranghae...”

“Nado saranghae...”

Dan senyumnya kembali terlihat, kali lebih manis...

*****

The end

PS : semua FF author adalah karya asli author dan pernah di publish di FB author 'Siti Fajriani Zharkey'
Please leave your comments
Gomawo
SF_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar